Semarang – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menginstruksikan seluruh jajaran Polantas untuk memperkuat lima agenda operasional tahunan sebagai upaya peningkatan pelayanan publik dan keamanan lalu lintas di Indonesia. Instruksi tersebut disampaikan dalam forum Analisis dan Evaluasi (Anev) Operasi Ketupat 2026 yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (23/4/2026).
Pertemuan ini dihadiri oleh pejabat utama Korlantas dan Direktur Lalu Lintas Polda dari seluruh Indonesia untuk mengevaluasi keberhasilan pengamanan Lebaran. Irjen Agus mengapresiasi kolaborasi antarinstansi yang menghasilkan kesuksesan pelaksanaan Operasi Ketupat tahun ini. “Barangkali kami tidak usah mengulas tentang Operasi Ketupat, sudah berhasil. Tentunya ini berkat kolaborasi kita semuanya,” ujar Irjen Agus.
Meski demikian, ia meminta agar jajarannya tidak cepat puas dan segera berfokus mengawal lima rangkaian operasi utama yang meliputi Operasi Keselamatan, Operasi Ketupat, Operasi Patuh, Operasi Zebra, dan Operasi Nataru. Kelima agenda tersebut harus dilaksanakan secara profesional, dengan anggaran dan waktu yang sudah ditetapkan.
Penguatan prioritas dimulai dari Operasi Keselamatan yang bertujuan menekan angka fatalitas kecelakaan sejak dini. Selain itu, kesuksesan Operasi Ketupat dijadikan standar kualitas pelaksanaan Operasi Patuh dan Operasi Zebra di masa mendatang.
Transformasi institusi menjadi perhatian utama melalui program “Polantas Menyapa dan Melayani” yang bertujuan merubah citra petugas kepolisian lalu lintas di lapangan. Irjen Agus mendorong anggotanya untuk membangun kedekatan emosional yang lebih baik dengan masyarakat. “Semangat kami adalah mengubah wajah Polantas. Polantas itu harus dekat dengan masyarakat, disegani, dan diterima oleh masyarakat,” katanya.
Kakorlantas juga memberi motivasi agar pejabat Direktorat Lalu Lintas bekerja dengan totalitas demi kepentingan institusi dan pelayanan publik. Ia menegaskan pentingnya dedikasi tinggi dalam setiap tugas.
Dari sisi teknis, Korlantas menargetkan penurunan angka fatalitas kecelakaan hingga 50 persen dengan memanfaatkan teknologi inovatif seperti predictive traffic policing. Penertiban kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) diperketat guna mencapai target Zero ODOL pada Januari 2027.
“Jangan ragu-ragu. Lebih baik kita melakukan tindakan daripada tidak melakukan sama sekali. Kalau enggak mau lawan risiko, enggak usah jadi Korlantas,” tegas Irjen Agus.
Dalam penutup arahan Anev, Kakorlantas menekankan peran Polantas sebagai representasi negara yang bertugas mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas (kamseltibcarlantas) di seluruh Indonesia. Ia mengimbau agar setiap tugas lapangan mengedepankan aspek kemanusiaan.
“Mari kita kawal Polantas ini agar bisa menjaga masyarakat, mengurangi kecelakaan, dan mewujudkan lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar,” pungkas Irjen Agus.
Selain itu, implementasi instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenai pelayanan yang tulus menjadi pesan penutup rapat. Keikhlasan dalam melayani dianggap sebagai kunci utama wajah baru kepolisian lalu lintas yang diharapkan lebih dicintai oleh publik. “Polantas harus hadir melayani masyarakat dengan penuh keikhlasan. Ikhlas dalam melayani adalah kunci. Mari kita rangkul masyarakat dengan program Polantas Menyapa dan Melayani,” tutup Irjen Agus.

