JAKARTA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai mematangkan persiapan pengaturan arus balik menjelang puncak mudik Lebaran 2026, guna mengantisipasi lonjakan kendaraan setelah periode mudik.
Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menyampaikan bahwa berbagai strategi dan skenario rekayasa lalu lintas telah disiapkan, termasuk pemanfaatan tol fungsional di beberapa titik strategis.
Salah satu penerapan tol fungsional dilakukan di wilayah Jawa Barat hingga Sukabumi yang difungsikan sebagai upaya untuk mengurai kepadatan kendaraan saat arus balik berlangsung.
Berdasarkan pantauan lapangan, volume kendaraan di ruas tol mengalami peningkatan signifikan, terutama menjelang puncak arus mudik yang diperkirakan jatuh pada Rabu, 18 Maret 2026 malam.
Polri memprediksi bahwa arus mudik terbagi menjadi dua gelombang, yaitu pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026, sementara arus balik juga diperkirakan dalam dua fase, yakni pada 25-26 Maret dan 28-29 Maret 2026.
Dalam rangka pengamanan Lebaran, Polri melalui Operasi Ketupat 2026 telah menyiapkan sebanyak 2.746 posko yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu yang tersebar di berbagai titik strategis di seluruh wilayah.
Posko-posko ini bertugas mengamankan lebih dari 185 ribu objek vital termasuk tempat ibadah, lokasi shalat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, serta simpul transportasi seperti terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, dan destinasi wisata.
Dengan persiapan ini, Korlantas berharap arus balik Lebaran dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan terkendali agar masyarakat dapat kembali ke daerah asalnya dengan nyaman dan tanpa kendala.

